Senin, 24 Januari 2005


If one day you feel like crying, Call me ! I don`t promise you that, I will make you laugh but I can cry with you.

If one day you want to run away, don`t be afraid to call me ! I don`t promise to ask you to stop, but I can run with you.

If one day you do`nt want to listen to any body, call me ! and I promise to be very quite.

But if one day you call and there is no answer, come fast to see me ! perhaps I need you.




"Jadikan aku sahabatmu, dan aku akan berusaha menjadi sahabat terbaik untukmu, karena aku ingin menjadi manusia yang memiliki arti"

Minggu, 23 Januari 2005

Happy Birth Day To Me


Sudut Kosong Rumah Mungilku, 
Ahhh.....Diary, ga terasa yach.....seperempat abad telah aku lalui. Begitu banyak perubahan yang terjadi lingkunganku, keluargaku, bahkan pada diriku pribadi. 
Di sudut kamar ini kucoba untuk merenung, mencoba mengingat peristiwa yang aku lalui selama 25 tahun ini, mencoba untuk muhasabah. 
Diary, ternyata aku belum melakukan apa-apa, aku merasa selama 25 tahun ini lebih sering menyia-nyiakan waktu yang aku miliki, aku belum bisa berarti untuk keluargaku, aku belum bisa membayar tetesan keringat yang telah dikeluarkan Bapak dan Ibu untuk membesarkanku, aku belum bisa memenuhi janji pada Alm. Bapak untuk segera selesaikan kuliahku, aku masih saja merepotkan Ibu, aku belum bisa membuat beliau tersenyum bangga untukku, dan aku belum bisa menjadikan diriku berarti untuk lingkunganku, untuk agamaku, untuk orang lain. 
Sudut-sudut mataku mulai terasa panas, seperti ada sesuatu yang mendesak ingin keluar (tangiskah itu ?), kemanakan diriku selama 25 tahun ini? 
Aku tahu, tangisku tak akan membuat masalah menjadi selesai, satu hal yang harus aku lakukan adalah bangkit dari mimpi dan anganku, aku harus bisa berbuat yang terbaik untuk hari ini dan esok yang masih bisa kutemui, karena aku tak pernah tahu sampai kapan Dia berkenan memberiku kehidupan. Aku tak ingin waktu yang kumiliki menjadi sia-sia, aku harus bersiap diri, menyiapkan bekal sedikit demi sedikit untuk menghadap_NYA. Aku Ingin Memiliki Arti !

IBU, ku tak ingin do`a malammu menjadi tersia.

Jumat, 21 Januari 2005

Iedul Adha

Alhamdulillah, akhirnya bisa juga aku lebaran Iedul Adha di rumah, meskipun harus melewati banyak rintangan :P. Meskipun di rumah diriku harus jadi putri Cinderella, tapi tetep seneng kok. Bayangin aja dech, dateng-dateng dah disediain cucian segunung, gara-gara selama 4 hari hujan turun terus and kebetulan mba Ita sakit, otomatis cucian selama 4 hari numpuk gitu ajah. Capeku jadi terobati dengan senyum dd Syifa, dia mulai pinter ngomong, jalannya sekarang dah lancar, n suka teriak-teriak, mungkin nanti klo gede cerewet kayak mba Ita :P, sayangnya dia belom bisa panggil ibunya dengan UMMI, dd baru bisa panngil Mbah, kadang klo panggil ibunya ga ummi tapi mama, lebih gampang kali yah. Keponakanku yang lain (Aldo n Praba) lage ke rumah mbahnya di Klaten, aku ga sempet ketemu mereka, padahal dah kangen banget iks. Hari kedua lebaran pinginku sih jalan-jalan, tapi ternyata tugasku jadi Cinderella lom selesai, hari itu ada orang kerja di sawah, jadi yo harus masak-masak buat mereka. Kepulanganku kali ini memang bener-bener harus jadi putri dapur kali yach :D.

Kamis, 06 Januari 2005

SELAMAT DATANG PAGI

Lihatlah pada siang ini, Karena itulah kehidupan, hidupnya kehidupan 
Pada masa singkat itulah, Kau menemui berbagai hakikat keberadaanmu 
Itulah saat meraih nikmat, Saat melakukan perbuatan yang terpuji 
Saat meraih cahaya kemenangan 
Karena kemarin hanya tinggal mimpi, Sedang esok hanyalah fantasi 
Tapi hari yang sedang kau jalani sekarang ini 
Akan menjadikan kemarin, Sebuah mimpi yang indah 
Dan esok adalah terwujudnya harapan, Berbuat baiklah ! 
Lihatlah sesuatu yang baik pada hari ini, Inilah arti penghormatan untuk hari ini


Kucoba bertanya pada diri....: 

  • Haruskah kutunda hidup yang sedang kujalani demi keraguan m`sa depan ?? 
  • Haruskah aku merasakan pahit saat ini dengan mengenang sesuatu pada masa lalu ?? 
  • Apakah saat terbangun tadi, aku telah merancang untuk menggunakan hari ini sebaik-baiknya, dan mencapai manfaat tertinggi dalam 24 jam ?? 
  • Apakah aku dapat mengambil faedah dari beberapa menit yang kusia-siakan pada hari ini ?? 
  • Kapan aku mulai melakukan ini ? minggu depan, esok ? atau HARI INI ?? 
(dikutip dari La_Tahzan)

"Bangkitlah tyas, lihatlah hari ini sang mentari tersenyum menyambutmu. Jangan terlena oleh keadaan, banyak PR yang mesti kamu selesaikan. Waktu akan terus berjalan, dan engkau tak akan mampu menghentikannya. Lakukan hal terbaik pada hari ini, karena engkau tak akan pernah tau, sampai kapan engkau diijinkan untuk menikmati cahaya pagi ini, sampai kapan engkau diberi kesempatan menghirup udara segar ini, sampai kapan engkau mampu mendengar bunyi detak jam yang terus berlalu. Tyas, jangan lagi terpaku, jangan lagi ragu, lakukanlah yang terbaik untuk hari ini, jadikanlah setiap detik bermanfaat untuk dirimu, untuk orang-orang yang mencintaimu, untuk orang-orang disekelilingmu, dan yang pasti persiapkanlah bekal untuk menghadap_NYA, jangan sampai engkau datang pada_NYA dengan tangan hampa, karena aku tak ingin engkau menjadi bagian dari orang-orang yang merugi, Lakukanlah SAAT INI JUGA!!!"

Rabu, 05 Januari 2005

In Memoriam IV (Agustus 2004)

Rabb...., peluk aku dengan cinta_MU

"Kepada_MU..., aku pasrahkan, seluruh jiwa dan ragaku..., hidup dan mati ada di tangan_MU, bahagia...sedih ada di jari_MU. Cukup lama.... aku mencari, menembus pekat dan menerjang kelam, menyusuri langkah yang makin jauh adalah firman_MU pemandu jalanku, batu gunung tetap tegap tegar, meski angin geram menerpa, batu karang tak hendak terhempas meski ombak menerjang terjang, rindu keteguhan imanku, hamparan langit biru, kering air mata hapuslah duka, adalah firman_MU pemandu jalanku. Kepada_MU aku memohon, nyalakan semangat bangkitkan nyali, robohkan tantangan ombak lautan...., rahasia hidup mesti terpecahkan" (Ebiet G. ADE).

.:: Saat aku dalam kegelapan, ENGKAU-lah cahayaku, saat aku terjatuh ENGKAU-lah yang membangkitkanku, saat aku lemah ENGKAU-lah tempat bersandar, tempat aku menumpahkan tangis, tempat aku mengadu, tempatku berkeluh kesah. Rabb, ENGKAU-lah cinta sejati, cinta_MU tak akan pernah mati. Berikan aku kekuatan untuk tetap istiqomah di jalan_MU. 
Ya.... Al-Ghaffaar, berikanlan ampunan_MU kepada hamba yang sering berbuat dosa, Ya....Al-Haadii, berikanlah hidayah_MU, agar hamba semakin menyadari kebesaran_MU, Ya....An-Nuur, berikanlah cahaya untuk hamba, agar hamba tak tersesat dari jalan_MU, Ya....Al-Lathiif, jadikanlah hamba_MU ini orang yang memiliki kelembutan, Ya....As-Shabuur, jadikanlan hamba_MU ini orang sabar dan ikhlas menerima Qadar_MU, Ya....As-Syakuur, jadikanlah hamba_MU ini orang pandai bersyukur akan nikmat yang ENGKAU beri, Ya Al-Wakiil, jadikanlah hamba orang yang bisa memegang amanah. Duhai pemilik nama-nama yang indah, ENGKAU adalah Al-Mujiib, dengan segala kerendahan hati, dengan segala kepasrahan yang hamba miliki, hamba memohon kabulkanlah do`a hamba::. 

".....Perkenankan jika mungkin, di hari nanti kami bisa mendengar tidak dengan telinga kami yang amat terbatas ini, perkenankan juga kami mendengarkan tidak hanya suara-suara, yang amat menjebak jiwa dungu ini, tetapi juga mendengarkan apapun saja: cahaya, inti warna, sepi atau bisikan_MU yang tiada terperi ....." (penggalan puisi Emha Ainun Nadjib "Asmaul Husna")

Selasa, 04 Januari 2005

In Memoriam III (Juni 2004)

Pergilah Dari Hidupku.... 
Teratai (Inka Cristie)
"Hati dilanda kekeringan, tak mungkin teratai kan tumbuh disana, walaupun cinta dan kasih telah kucurahkan, tak akan berubah perasaanku terhadapnya, mengapa dia yang kucinta, sedang ku tak tahu sikapnya begitu, dia pandai berbuat pandai bermain kata, setahun pertama bagai seribu tahun tersiksa, akupun tak sudi melihat dia lagi walau dalam mimpi pun dia harus pergi, aku rela menjadi teratai yang layu, tapi tak terluka... di dalam hatiku, karena dia…, biarkanlah...ku begini, ku tak mungkin kembali bersamamu"

.:: Bunga Teratai, dia perlambang ketegaran, meski ia tumbuh di atas lumpur, namun dia tetaplah bunga. Mungkin ia tak seharum melati, tidak juga se`elite bunga anggrek, tapi ia tetap memiliki daya tarik. Aku bukanlah teratai, tapi aku ingin belajar ketegaran darinya, yang tak gentar menghadapi topan dan badai. Aku tak ingin menjadi teratai yang layu, aku ingin menjadi teratai yang kokoh di telaga, dan memberikan kedamaian bagi yang memandangnya ::. 

"Kalau harus ku jujur padamu, terus terang ku kecewa, namun kutanya, siapa yang mampu menolak takdir yang kuasa, biar saja begitu adanya, jangan ada air mata, pergilah kasih…sudah lupakan, semua yang pernah kita lalui. Lihat saja dimataku, tiada dendam tiada duka, do’aku semoga kau bahagia, saat ini ku inginkan, tuk meraih masa depan, bahagia pasti kan kujelang". (lirik lagu paramitha rusadi)

.:: Tak akan pernah ada dendam, tidak akan lagi ada air mata untukmu, tak akan kubiarkan duka menyelimuti jiwaku, perjalananku masih panjang, masih banyak yang harus kulakukan, aku ingin bermanfaat untuk orang lain. Selamat tinggal masa lalu, semua telah berakhir, ia telah tenggelam bersama tenggelamnya matahari. Aku tak akan menangisi kepergianmu, dan engkau tak akan melihatku tertegun di depan pintu kebahagiaan yang telah tertutup untukku, karena aku yakin masih ada pintu kebahagiaan yang terbuka untukku ::.

Senin, 03 Januari 2005

In Memoriam II (September 2003)

Biarkan Bintang Menari....

"tlah kutunjuk satu bintang...., dan aku ingin engkau menjadi bintang itu" ucapmu, aku ga bisa mengungkapkan kebahagiaanku, saat kau ucapkan itu.
"aku ingin menjadi bintang kecil, yang selalu mengiringi langkahmu", jawabku.
"kenapa bintang kecil, kenapa tidak menjadi bintang besar saja ??", katamu meminta penjelasan.
"ehmm...., cukuplah aku menjadi bintang kecil, bintang besar itu matahari dia terlalu panas, dan aku tidak ingin mas terbakar karenanya. Bintang kecil ini akan berusaha untuk selalu menyinarimu, meskipun mungkin sinarnya tak seterang rembulan", dan waktupun berjalan, bintang kecil ini berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Mungkin kebahagiaan itu belum untukku, hingga sang awan menghalangi sinarku untukmu...., dan kaupun pergi dariku. Maafkan jika itu engkau anggap sebagai kesalahanku...., mungkin sinarku memang terlalu redup untukmu. Bintang kecil ini memang tak pantas untuk mendampingimu, karena sang rembulan lebih tepat sebagai pendampingmu.

"Semoga bahagia kakakku...., terimakasih pernah menjadikanku bintang dalam hidupmu, bintang ini akan tetap tersenyum untukmu, kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku jua...., jagalah sang rembulan agar sinarnya tetap benderang. Aku masih ingat artikel yang kau kirim untukku, ***Jika saat ini yang ada dalam genggamanmu adalah perunggu, jaga dan peliharalah dia dengan ketulusanmu, hingga dia menjadi emas bagimu*** Kakakku...., siapapun saat ini yang menjadi pendampingmu, dia akan menjadi emas bagimu, karena kasihmu begitu tulus".

.:: Kupersembahkan tulisan ini untuk kakakku, yang tengah menanti hadirnya cahaya di rumah yang penuh cinta ::.

Minggu, 02 Januari 2005

In Memoriam I (AGUSTUS 1996)

Kertas Putih Itu...

Untukmu yang telah damai dalam peluk-NYA(270976-070897) 

"Kamu rindu Ibu...?" Itu sapaan pertama yang kudengar dari bibir mungilmu, waktu acara OSPEK mahasiswa baru di kampus FIS. Sebenernya aku tak pernah ingin menangis di hadapan wajah-wajah congkak seniorku, tapi caramu bertanya dengan penuh kelembutan membuatku ga sanggup menahan air mata, akhirnya tangisku pecah juga. Hik....gagal dech aku jadi orang yang kuat di hadapan kalian, padahal senior yang lain sempet kalang kabut gara-gara aksi mogok makanku, gara-gara pertanyaan kamu, jadi keliatan dech kalau aku sebenernya juga bisa nangis, ga seangkuh yang mereka kira. Sebelllll...., ada perasaan aneh juga saat kamu berikan selembar tissue sambil ucap lirih "aku akan melindungi kamu", ga berani GR sich..., abis aku sadar, aku bukan orang istimewa untuk di sukai orang seperti kamu. 
Tapi kok....tiba-tiba aja malem berikutnya kamu dah nongol di kostku, nawarin bantuan mbuatin makalah P4 ??, siapa berani nolak ya ??. Satu hal yang paling buat aku kaget, sewaktu mba kostku bertanya, "kok adeknya ga dititipin sama kami??", dengan tenang kamu jawab "Cukup aku yang akan menjaganya". Wow..., tak pikir "ini orang kok sok romantis amat sich ?? padahal aku sama dia belom ada apa-apa ??". Dan akhirnya...beberapa minggu kemudian kita jadian dech... 
"Jika aku telah jadi kertas putih, ijinkan aku akan kembali padamu...", itu ucapmu padaku di antara kokohnya gedung-gedung kampus kita. Saat kita berdua memutuskan untuk melangkah di jalan masing-masing. Aku hanya bisa tersenyum, ga ingin jawab apa-apa, abisnya perumpamaan yang kamu pakai terlalu sulit untuk aku urai. 
Hingga pada akhirnya, aku mengerti..., tapi semua sudah terlambat..., aku tidak ingin menyesalinya, karena mungkin ini sudah jalan_NYA, kertas putih itu, adalah bukti sayangmu padaku, kertas itu menjelma menjadi helaian kain kafan yang menjadi pakaian terakhirmu menuju pembaringan terakhir....

"Selamat jalan duhai wajah yang pernah menjadi penghias mimpiku, semoga damai engkau dalam peluk_NYA, terimakasih untuk cinta yang pernah kau beri untukku..., aku tak mampu memberi apa-apa, hanya untaian do`a yang dapat kukirim untukmu...."

Kamis, 14 Oktober 2004

Gagal pulang :(

Hari ini aku pulang ke Tegal, rencananya mo pulang pagi-pagi, tapi gak jadi karena aku harus ke kampus nemuin dosen pembimbingku dulu. Terpaksa dech pulang siang-siangan, abis mo pulang besoknya lage, aku gak mau klo puasa pertama harus di kost. Hiks... sampai pull coyo penumpang full banget, akhirnya aku milih pake bis umum ajah, pinginnya sih biar bisa tarawih pertama di rumah, tapi rencana tinggal rencana, sampai Tegal dah pukul 19.30 wib, belom lage perjalanan ke rumah masih sekitar 45 menit, nunggu dijemput ma kk dulu, maklum dech orang dusun, klo malem gak ada kendaraan lewat :). Akhirnya hari pertama aku terpaksa tarawih sendirian. Alhamdulillah aku bisa puasa pertama di rumah, paling gak sebelum puasa dah sempet sungkem ama Ibu dulu, aku ngerasa banyak salah banget ama Ibu, mudah-mudahan aja Ibu maafin semua salahku..., aku emang bandel sichhh....
Suasana di rumah asyik banget, keponakanku (dd syifa) lage belajar jalan, sementara aldo ama praba tambah ngegemesin, n makin imut-imut, yang bikin aku kangen klo aku lama-lama di Semarang.

Rabu, 06 Oktober 2004

Jangan Takut Kehilangan

"Bila kamu mencintai seseorang, biarkan ia pergi. Bila kembali selamanya ia menjadi milikmu" (Glass Shoes). 
Ini kata-kata yang sering kita dengar. Dimana bila kita mencintai seseorang, kita akan berkorban apapun untuk yang kita cintai, termasuk membiarkan kekasihnya mencintai yang lain. Ini adalah sebuah pengorbanan. Hidup kadang membuat kita kecewa. Keinginan tidak tercapai, harapan tidak terwujud, sesuatu luput, kehilangan orang-orang terkasih membuat kita kecewa. Menangis, mengutuki takdir yang ada, dan mengklaim sebagai manusia paling menderita di dunia. 

Hidup adalah perjuangan, begitu kata Ibu Kartini. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai kemauan. Tetapi tidak semua keinginan terbukti, tidak setiap yang kita mau tercapai. Dan tidak mudah memang melapangkan dada menerima satu kehilangan. Apa yang menjadi jatah kita didunia, entah itu rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan bisa dimiliki meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS Al-Hadid ;22-23)

Dalam hal bercinta juga. Kadang kita merasa frustasi andai kita putus cinta. Dunia hampir kiamat begitu katanya. Selalu kita berharap bahwa pacar kita adalah jodoh kita kelak. Kadang kita sadar atau tidak bahwa itu sama saja dengan mendikte Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharoh tetapi kita malah mendiktenya: pokoknya harus dia ya Allah, harus dia, karena aku sangat mencintainya. Disitu seakan kita yang menentukan segalanya, kita telah memilih dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah mengabulkannya maka tidak selalu yang terbaik. Bisa jadi Allah mengabulkan tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (Q.S.Al Baqoroh : 216).

Jangan takut kehilangan. Jangn berlarut dalam derita nestapa berkepanjangan terhadap yang luput darimu. Kita harus mencari apa yang diperlukan di dunia juga diperlukan di akherat kelak karena seorang muslim tidak hanya hidup di dunia, tetapi menjadikan dunia untuk bekal di akherat kelak. Bila jiwa kita terguncang datanglah ke Allah. Temukan cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Mantapkan kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majelis ilmu, majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa. Lapangkan hati untuk suatu kehilangan dan terbukalah atas ketentuan Allah. Cinta Allah selalu bersamamu dan tidak akan pernah meninggalkanmu andai kamu selalu mendekatkan diri pada-NYA.

.:: Sahabat..... Terimakasih untuk semua nasehatmu, semoga artikel ini berguna untuk tyas atau siapapun yang membacanya ::.

Senin, 04 Oktober 2004

Jika Aku Jatuh Cinta ...


Cinta. Sebuah kata singkat yang memiliki makna luas. Walaupun belum teridentifikasi secara pasti, namun eksistensi cinta diakui oleh semua orang. Al-Ghazali mengatakan cinta itu ibarat sebatang kayu yang baik. Akarnya tetap di bumi, cabangya di langit dan buahnya lahir batin, lidah dan anggota-anggota badan. Ditujukan oleh pengaruh-pengaruh yang muncul dari cinta itu dalam hati dan anggota badan, seperti ditunjukkanya asap dalam api dan ditunjukkanya buah dan pohon.
Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin. Tapi cinta itu tentu porsinya tidak melebihi cinta kita pada Allah, karena Allah mengatakan,

"Katakanlah! `Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta-benda yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri akan merugi dan rumah tangga yang kamu senangi (manakala itu semua) lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik."

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengna limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu. 

-= aku sadar aku bukan orang alim, bukan anak pesantren, bukan orang yang tanpa dosa...., tapi salahkah aku jika aku ingin memiliki seseorang yang bisa membuat aku semakin mencintai-Mu ?? =-

Kamis, 30 September 2004

Bunga Merah di Rumah Tanpa Kesedihan

Suatu ketika, seorang wanita tampak sedih. Wajahnya kusut masai. Air mukanya letih menahan tangis. Rupanya, ia baru saja kehilangan anak tercintanya untuk selama-lamanya.

Atas petunjuk orang di desa, ia menemui seorang tua bijak di pinggir hutan. Mereka berkata, siapa tahu orang bijak itu dapat membantu menyelesaikan permasalahannya. Karena rasa cinta kepada sang anak, ia berharap dapat segera bertemu orang bijak itu. Ditempuhlah perjalanan yang jauh itu dengan bergegas. Sesampainya di sana, ia bertanya, "Guru, apakah Anda memiliki ramuan ajaib untuk mengembalikan anakku?"

Sang bijak tidak berusaha berargumentasi atau mengusir wanita itu karena permintaan yang tidak masuk akal. Dia cuma bilang, "Carilah bunga merah dari rumah yang tidak mengenal "kesedihan". Setelah menemukan benda itu, kita bisa sama-sama membuat ramuan ajaib untuk menghidupkan putramu." Selesai mendengar itu, wanita itu segera berangkat mencari.

Dalam perjalanan, ia tampak bingung. Tak ada satu petunjuk pun tentang di mana dan bagaimana bentuk rumah itu. Hingga, ia tiba di depan sebuah rumah mewah. Mungkin, penghuni rumah itu tak pernah mengenal kesedihan, ucap wanita itu dalam hati. Setelah mengetuk pintu, ia berkata, "Saya mencari rumah yang tidak pernah mengenal kesedihan. Inikah tempatnya?" Wajah sang wanita masih memperlihatkan raut merana.
Dari dalam, terlihat wajah yang tak kalah sedih. Pemilik rumah itu menjawab, "Kamu datang ke rumah yang salah." Pemilik rumah itu bercerita tentang tragedi yang dialami keluarganya. Ia tak hanya kehilangan seorang anak, tapi juga suami dan kedua orangtuanya karena kecelakaan. Sang wanita kecewa.

Namun, ia menjadi larut dengan cerita tuan rumah. Ia berpikir, "Siapa yang bisa membantu orang yang nasibnya lebih malang dari saya ini?" Dia memutuskan untuk tinggal di sana dan menghibur pemilik rumah itu. Beberapa hari lamanya, ia bersama wanita pemilik rumah itu, membantunya menjalani hidup.

Beberapa minggu berlalu, wanita itu pun merasa si tuan rumah sudah terlihat lebih baik. Lalu, ia berangkat lagi mencari rumah berikutnya. Tetapi, kemana pun dia pergi, selalu menemukan kesedihan. Akhirnya, ia lagi-lagi terlibat upaya menghibur semua orang yang dikunjunginya. Hingga, ia pun melupakan misinya.

-= Sahabat, jika saat ini engkau sedang bersedih, saat ini engkau merasa menderita, saat ini engkau merasa betapa banyak orang yang berlaku tak adil terhadapmu, atau engkau menyesali apa yang telah Allah berikan padamu, merenunglah......!!!
lihatlah sekitarmu, masih banyak orang yang lebih sedih dan menderita darimu, maka... bangkitlah sahabat, hibur mereka, berikan senyum tulusmu untuk mereka, ulurkan tanganmu, berikan mereka kekuatan, niscaya engkau akan semakin kuat. Engkau akan merasa bahagia saat mereka memperoleh kebahagiaan, dan kesedihanmu akan lenyap bersama kebahagiaan yang mampu engkau berikan. Kebahagiaan tidak terletak pada berlimpahnya materi, kebahagiaan itu ada saat kita mampu memberi, meski hanya sebuah tepukan di bahu untuk seorang sahabat yang membutuhkan dukungan kita. Semoga kita bisa menjadi orang yang memiliki kebahagiaan itu, aminnn. =-

Minggu, 26 September 2004

Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat dengan hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi
(dikutip dari buku Agar Bidadari Cemburu Padamu)

-= Syair itu begitu indah, saat aku membacanya...aku merasa betapa wanita begitu dihargai, betapa begitu dicintai. Akan tetapi apakah semua lelaki mempunya pikiran yang sama seperti penyair itu...?, jikalau semua lelaki mempunyai pikiran semacam itu mungkin tidak ada wanita yang menangis karena dikhianati, terluka karena kekasaran pasangannya, ataupun perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh-NYA. Ya Allah... semoga aku mendapatkan seseorang yang mampu menghargai seorang wanita, seperti dia menghormati ibunya, aminnn =-

Selasa, 14 September 2004

Dia berkata: "Langit sedih dan terlihat murung."
Aku berkata: "Tersenyumlah! biarkan kemurungan itu ada dilangit!"
Dia berkata: "Kasmaran telah merasuk!"
Aku berkata: "Tersenyumlah! Duka cita tidak akan pernah kembali, sebab ia telah mati."
Dia berkata: "Langitku di angkasa telah menyatu dengan cinta yang berkobar dalam dadaku dan telah menjadi neraka jahanam. Dia khianati janji setelah merenggut hatiku. Lantas bagaimana aku sanggup tersenyum?"
Aku berkata: "Tersenyumlah dan bersenanglah! Kalau kau tetap bersama kesedihan, akan kau habiskan seluruh umurmu dalam kepedihan!"
Dia berkata: "Malam-malamku berlalu dalam kepahitan."
Aku berkata: "Tersenyumlah! Jika kau merasakan pahit, semoga orang lain melihatmu sedang bersenandung. Lemparkan kedukaan jauh-jauh dan tetaplah bersenandung. Apakah dia akan melihatmu jika engkau bernyanyi dengan limpahan dirham atau kau merasa rugi jika engkau bernyanyi dengan hati berseri-seri?
Wahai sahabat, janganlah sampai kesedihan membuat mulutmu terdiam dan raut mukamu menampilkan kesedihan. Tersenyumlah...!
Sungguh bintang-bintang pun tersenyum dan kegelapan akan saling berbenturan. Oleh karena itu, kita menyukai bintang-bintang."
Dia berkata: "Keceriaan tidaklah akan membuat keadaan menjadi lebih baik. Ia datang ke dunia ini dan tetap akan pergi walau terpaksa."
Aku berkata: "Tersenyumlah, selagi hayat di kandung badan, selama engkau masih hidup sebab sudah terlalu lama engkau tidak tersenyum."
(Liyya Abu Madhi)

.:: Aku tau... aku akan tetap tersenyum, biarlah air mata ini hanya saat bersama-NYA, saat menghadap-NYa, banyak yang harus aku lakukan, banyak yang harus aku perbaiki, aku harus tegar, aku ga boleh menyerah, inilah hidup yang harus aku jalani. ::.

Senin, 06 September 2004

CINTAKU UNTUK KALIAN


Salam Rindu Untuk Bapak

"Ayah, dalam hening sepi kurindu... untuk menuai padi milik kita, tapi kerinduan hanya tinggal kerinduan anakmu sekarang banyak menanggung beban...."

Sebait lagu Titip Rindu Buat Ayah karya Ebiet G Ade ini selalu mengingatkan prasti pada bapak, inget masa kecil dulu, waktu kita sekeluarga sering bareng2 pergi ke sawah buat "matun" (bersihin rumput), kasih pupuk, cari belalang sore2, cari jamur merang, dan yang pasti saat panen. Indah banget, kenangan yang tak mungkin terlupakan. Sekarang prasti dah jarang banget ke sawah, cuman mama ajah yang sampe saat ini sering ke sawah, prasti hanya sekali waktu ajah klo pas disuruh ngirim makanan buat orang2 yang lage kerja di sawah kita. Kadang prasti suka kangen sama kenangan itu, bermain lumpur, "mbabat pari" meski harus ngorbanin tangan prasti terluka krn ga terbiasa pegang arit, berlomba sama Yu Ita buat ngumpulin padi terbanyak, indah bangetttttttttt
Hiks...inget itu kok prasti jadi pingin nangis :(, nggak dink...prasti ga mau nangis, prasti bahagia terlahir dalam keluarga yang begitu harmonis, prasti berharap suatu saat akan membangun sebuah keluarga yang harmonis pula. Semoga Bapak bahagia di alam sana, Semoga Allah selalu menempatkan Bapak disisi-NYA. Amin...

Untuk Bunda Tercinta

"Tak pernah letih kau menuai kasih, Tak pernah lelah kau menahan perih menuntun setiap langkahku, Tiada henti doamu mengalir, tetap memberi meski kau menangis tuk jaga setiap khilafku, Janganlah terhenti semua yang kau beri, tetaplah menjadi pelita hatiku, Janganlah berhenti doamu mengalir, menaungi pijak langkah kakiku"

Lantunan lagu naff untuk bunda, begitu mengena..., sering aku berbuat khilaf tapi ibu tetap memaafkanku, sering ibu menangis karena perbuatanku... namun doanya tetap mengalir untukku.
Bunda.... jika ada umurku, izinkan aku membuatmu bahagia, membuatmu tersenyum, aku akan terus berusaha.... maafkan semua salahku

Untuk Mas Eko, Mas Yo n` Mba Ita

Mas EKO, gagah, simpatik disukai banyak orang, si sulung yang harus menggantikan peran alm. Bapak, sekarang tinggal satu tanggung jawabnya, si bungsu yang nakal, yang suka bikin masalah, n bikin keluarga kalang kabut, itulah aku. hiks...pinginnya sih jadi orang baik tp kok yang masih suka bikin masalah yo ?

Mas Y0, manis, lembut, sayang banget ama keluarga. Pada mas Yo aku bisa mengeluh, pada mas Yo aku suka nangis. Mungkin aku bukan orang yang terbuka banget sama semua masalah pribadi yang aku hadapi, tapi saat aku bener2 butuh seseorang, pada mas Yo aku mengadu.

Mba Ita, mungil, cantik, manis...cuman sekarang agak endut dikit setelah ada dd syifa, tp tetep cantik kok. Agak cerewet, lumayan buat temen bertengkar kalo di rumah. Sebelum berkeluarga kami suka saling curhat, sekarang ga lageh :(, abis udah beda pemikiran sichhh

.:: Salam rinduku untuk kalian, do`a dari kalian yang selalu aku harap, agar aku punya kekuatan untuk menjalani semuanya, aku mencintai kalian... selamanya ::.