Kamis, 14 Oktober 2004

Gagal pulang :(

Hari ini aku pulang ke Tegal, rencananya mo pulang pagi-pagi, tapi gak jadi karena aku harus ke kampus nemuin dosen pembimbingku dulu. Terpaksa dech pulang siang-siangan, abis mo pulang besoknya lage, aku gak mau klo puasa pertama harus di kost. Hiks... sampai pull coyo penumpang full banget, akhirnya aku milih pake bis umum ajah, pinginnya sih biar bisa tarawih pertama di rumah, tapi rencana tinggal rencana, sampai Tegal dah pukul 19.30 wib, belom lage perjalanan ke rumah masih sekitar 45 menit, nunggu dijemput ma kk dulu, maklum dech orang dusun, klo malem gak ada kendaraan lewat :). Akhirnya hari pertama aku terpaksa tarawih sendirian. Alhamdulillah aku bisa puasa pertama di rumah, paling gak sebelum puasa dah sempet sungkem ama Ibu dulu, aku ngerasa banyak salah banget ama Ibu, mudah-mudahan aja Ibu maafin semua salahku..., aku emang bandel sichhh....
Suasana di rumah asyik banget, keponakanku (dd syifa) lage belajar jalan, sementara aldo ama praba tambah ngegemesin, n makin imut-imut, yang bikin aku kangen klo aku lama-lama di Semarang.

Rabu, 06 Oktober 2004

Jangan Takut Kehilangan

"Bila kamu mencintai seseorang, biarkan ia pergi. Bila kembali selamanya ia menjadi milikmu" (Glass Shoes). 
Ini kata-kata yang sering kita dengar. Dimana bila kita mencintai seseorang, kita akan berkorban apapun untuk yang kita cintai, termasuk membiarkan kekasihnya mencintai yang lain. Ini adalah sebuah pengorbanan. Hidup kadang membuat kita kecewa. Keinginan tidak tercapai, harapan tidak terwujud, sesuatu luput, kehilangan orang-orang terkasih membuat kita kecewa. Menangis, mengutuki takdir yang ada, dan mengklaim sebagai manusia paling menderita di dunia. 

Hidup adalah perjuangan, begitu kata Ibu Kartini. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai kemauan. Tetapi tidak semua keinginan terbukti, tidak setiap yang kita mau tercapai. Dan tidak mudah memang melapangkan dada menerima satu kehilangan. Apa yang menjadi jatah kita didunia, entah itu rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan bisa dimiliki meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS Al-Hadid ;22-23)

Dalam hal bercinta juga. Kadang kita merasa frustasi andai kita putus cinta. Dunia hampir kiamat begitu katanya. Selalu kita berharap bahwa pacar kita adalah jodoh kita kelak. Kadang kita sadar atau tidak bahwa itu sama saja dengan mendikte Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharoh tetapi kita malah mendiktenya: pokoknya harus dia ya Allah, harus dia, karena aku sangat mencintainya. Disitu seakan kita yang menentukan segalanya, kita telah memilih dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah mengabulkannya maka tidak selalu yang terbaik. Bisa jadi Allah mengabulkan tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (Q.S.Al Baqoroh : 216).

Jangan takut kehilangan. Jangn berlarut dalam derita nestapa berkepanjangan terhadap yang luput darimu. Kita harus mencari apa yang diperlukan di dunia juga diperlukan di akherat kelak karena seorang muslim tidak hanya hidup di dunia, tetapi menjadikan dunia untuk bekal di akherat kelak. Bila jiwa kita terguncang datanglah ke Allah. Temukan cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Mantapkan kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majelis ilmu, majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa. Lapangkan hati untuk suatu kehilangan dan terbukalah atas ketentuan Allah. Cinta Allah selalu bersamamu dan tidak akan pernah meninggalkanmu andai kamu selalu mendekatkan diri pada-NYA.

.:: Sahabat..... Terimakasih untuk semua nasehatmu, semoga artikel ini berguna untuk tyas atau siapapun yang membacanya ::.

Senin, 04 Oktober 2004

Jika Aku Jatuh Cinta ...


Cinta. Sebuah kata singkat yang memiliki makna luas. Walaupun belum teridentifikasi secara pasti, namun eksistensi cinta diakui oleh semua orang. Al-Ghazali mengatakan cinta itu ibarat sebatang kayu yang baik. Akarnya tetap di bumi, cabangya di langit dan buahnya lahir batin, lidah dan anggota-anggota badan. Ditujukan oleh pengaruh-pengaruh yang muncul dari cinta itu dalam hati dan anggota badan, seperti ditunjukkanya asap dalam api dan ditunjukkanya buah dan pohon.
Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin. Tapi cinta itu tentu porsinya tidak melebihi cinta kita pada Allah, karena Allah mengatakan,

"Katakanlah! `Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta-benda yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri akan merugi dan rumah tangga yang kamu senangi (manakala itu semua) lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik."

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengna limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu. 

-= aku sadar aku bukan orang alim, bukan anak pesantren, bukan orang yang tanpa dosa...., tapi salahkah aku jika aku ingin memiliki seseorang yang bisa membuat aku semakin mencintai-Mu ?? =-

Kamis, 30 September 2004

Bunga Merah di Rumah Tanpa Kesedihan

Suatu ketika, seorang wanita tampak sedih. Wajahnya kusut masai. Air mukanya letih menahan tangis. Rupanya, ia baru saja kehilangan anak tercintanya untuk selama-lamanya.

Atas petunjuk orang di desa, ia menemui seorang tua bijak di pinggir hutan. Mereka berkata, siapa tahu orang bijak itu dapat membantu menyelesaikan permasalahannya. Karena rasa cinta kepada sang anak, ia berharap dapat segera bertemu orang bijak itu. Ditempuhlah perjalanan yang jauh itu dengan bergegas. Sesampainya di sana, ia bertanya, "Guru, apakah Anda memiliki ramuan ajaib untuk mengembalikan anakku?"

Sang bijak tidak berusaha berargumentasi atau mengusir wanita itu karena permintaan yang tidak masuk akal. Dia cuma bilang, "Carilah bunga merah dari rumah yang tidak mengenal "kesedihan". Setelah menemukan benda itu, kita bisa sama-sama membuat ramuan ajaib untuk menghidupkan putramu." Selesai mendengar itu, wanita itu segera berangkat mencari.

Dalam perjalanan, ia tampak bingung. Tak ada satu petunjuk pun tentang di mana dan bagaimana bentuk rumah itu. Hingga, ia tiba di depan sebuah rumah mewah. Mungkin, penghuni rumah itu tak pernah mengenal kesedihan, ucap wanita itu dalam hati. Setelah mengetuk pintu, ia berkata, "Saya mencari rumah yang tidak pernah mengenal kesedihan. Inikah tempatnya?" Wajah sang wanita masih memperlihatkan raut merana.
Dari dalam, terlihat wajah yang tak kalah sedih. Pemilik rumah itu menjawab, "Kamu datang ke rumah yang salah." Pemilik rumah itu bercerita tentang tragedi yang dialami keluarganya. Ia tak hanya kehilangan seorang anak, tapi juga suami dan kedua orangtuanya karena kecelakaan. Sang wanita kecewa.

Namun, ia menjadi larut dengan cerita tuan rumah. Ia berpikir, "Siapa yang bisa membantu orang yang nasibnya lebih malang dari saya ini?" Dia memutuskan untuk tinggal di sana dan menghibur pemilik rumah itu. Beberapa hari lamanya, ia bersama wanita pemilik rumah itu, membantunya menjalani hidup.

Beberapa minggu berlalu, wanita itu pun merasa si tuan rumah sudah terlihat lebih baik. Lalu, ia berangkat lagi mencari rumah berikutnya. Tetapi, kemana pun dia pergi, selalu menemukan kesedihan. Akhirnya, ia lagi-lagi terlibat upaya menghibur semua orang yang dikunjunginya. Hingga, ia pun melupakan misinya.

-= Sahabat, jika saat ini engkau sedang bersedih, saat ini engkau merasa menderita, saat ini engkau merasa betapa banyak orang yang berlaku tak adil terhadapmu, atau engkau menyesali apa yang telah Allah berikan padamu, merenunglah......!!!
lihatlah sekitarmu, masih banyak orang yang lebih sedih dan menderita darimu, maka... bangkitlah sahabat, hibur mereka, berikan senyum tulusmu untuk mereka, ulurkan tanganmu, berikan mereka kekuatan, niscaya engkau akan semakin kuat. Engkau akan merasa bahagia saat mereka memperoleh kebahagiaan, dan kesedihanmu akan lenyap bersama kebahagiaan yang mampu engkau berikan. Kebahagiaan tidak terletak pada berlimpahnya materi, kebahagiaan itu ada saat kita mampu memberi, meski hanya sebuah tepukan di bahu untuk seorang sahabat yang membutuhkan dukungan kita. Semoga kita bisa menjadi orang yang memiliki kebahagiaan itu, aminnn. =-

Minggu, 26 September 2004

Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat dengan hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi
(dikutip dari buku Agar Bidadari Cemburu Padamu)

-= Syair itu begitu indah, saat aku membacanya...aku merasa betapa wanita begitu dihargai, betapa begitu dicintai. Akan tetapi apakah semua lelaki mempunya pikiran yang sama seperti penyair itu...?, jikalau semua lelaki mempunyai pikiran semacam itu mungkin tidak ada wanita yang menangis karena dikhianati, terluka karena kekasaran pasangannya, ataupun perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh-NYA. Ya Allah... semoga aku mendapatkan seseorang yang mampu menghargai seorang wanita, seperti dia menghormati ibunya, aminnn =-

Selasa, 14 September 2004

Dia berkata: "Langit sedih dan terlihat murung."
Aku berkata: "Tersenyumlah! biarkan kemurungan itu ada dilangit!"
Dia berkata: "Kasmaran telah merasuk!"
Aku berkata: "Tersenyumlah! Duka cita tidak akan pernah kembali, sebab ia telah mati."
Dia berkata: "Langitku di angkasa telah menyatu dengan cinta yang berkobar dalam dadaku dan telah menjadi neraka jahanam. Dia khianati janji setelah merenggut hatiku. Lantas bagaimana aku sanggup tersenyum?"
Aku berkata: "Tersenyumlah dan bersenanglah! Kalau kau tetap bersama kesedihan, akan kau habiskan seluruh umurmu dalam kepedihan!"
Dia berkata: "Malam-malamku berlalu dalam kepahitan."
Aku berkata: "Tersenyumlah! Jika kau merasakan pahit, semoga orang lain melihatmu sedang bersenandung. Lemparkan kedukaan jauh-jauh dan tetaplah bersenandung. Apakah dia akan melihatmu jika engkau bernyanyi dengan limpahan dirham atau kau merasa rugi jika engkau bernyanyi dengan hati berseri-seri?
Wahai sahabat, janganlah sampai kesedihan membuat mulutmu terdiam dan raut mukamu menampilkan kesedihan. Tersenyumlah...!
Sungguh bintang-bintang pun tersenyum dan kegelapan akan saling berbenturan. Oleh karena itu, kita menyukai bintang-bintang."
Dia berkata: "Keceriaan tidaklah akan membuat keadaan menjadi lebih baik. Ia datang ke dunia ini dan tetap akan pergi walau terpaksa."
Aku berkata: "Tersenyumlah, selagi hayat di kandung badan, selama engkau masih hidup sebab sudah terlalu lama engkau tidak tersenyum."
(Liyya Abu Madhi)

.:: Aku tau... aku akan tetap tersenyum, biarlah air mata ini hanya saat bersama-NYA, saat menghadap-NYa, banyak yang harus aku lakukan, banyak yang harus aku perbaiki, aku harus tegar, aku ga boleh menyerah, inilah hidup yang harus aku jalani. ::.

Senin, 06 September 2004

CINTAKU UNTUK KALIAN


Salam Rindu Untuk Bapak

"Ayah, dalam hening sepi kurindu... untuk menuai padi milik kita, tapi kerinduan hanya tinggal kerinduan anakmu sekarang banyak menanggung beban...."

Sebait lagu Titip Rindu Buat Ayah karya Ebiet G Ade ini selalu mengingatkan prasti pada bapak, inget masa kecil dulu, waktu kita sekeluarga sering bareng2 pergi ke sawah buat "matun" (bersihin rumput), kasih pupuk, cari belalang sore2, cari jamur merang, dan yang pasti saat panen. Indah banget, kenangan yang tak mungkin terlupakan. Sekarang prasti dah jarang banget ke sawah, cuman mama ajah yang sampe saat ini sering ke sawah, prasti hanya sekali waktu ajah klo pas disuruh ngirim makanan buat orang2 yang lage kerja di sawah kita. Kadang prasti suka kangen sama kenangan itu, bermain lumpur, "mbabat pari" meski harus ngorbanin tangan prasti terluka krn ga terbiasa pegang arit, berlomba sama Yu Ita buat ngumpulin padi terbanyak, indah bangetttttttttt
Hiks...inget itu kok prasti jadi pingin nangis :(, nggak dink...prasti ga mau nangis, prasti bahagia terlahir dalam keluarga yang begitu harmonis, prasti berharap suatu saat akan membangun sebuah keluarga yang harmonis pula. Semoga Bapak bahagia di alam sana, Semoga Allah selalu menempatkan Bapak disisi-NYA. Amin...

Untuk Bunda Tercinta

"Tak pernah letih kau menuai kasih, Tak pernah lelah kau menahan perih menuntun setiap langkahku, Tiada henti doamu mengalir, tetap memberi meski kau menangis tuk jaga setiap khilafku, Janganlah terhenti semua yang kau beri, tetaplah menjadi pelita hatiku, Janganlah berhenti doamu mengalir, menaungi pijak langkah kakiku"

Lantunan lagu naff untuk bunda, begitu mengena..., sering aku berbuat khilaf tapi ibu tetap memaafkanku, sering ibu menangis karena perbuatanku... namun doanya tetap mengalir untukku.
Bunda.... jika ada umurku, izinkan aku membuatmu bahagia, membuatmu tersenyum, aku akan terus berusaha.... maafkan semua salahku

Untuk Mas Eko, Mas Yo n` Mba Ita

Mas EKO, gagah, simpatik disukai banyak orang, si sulung yang harus menggantikan peran alm. Bapak, sekarang tinggal satu tanggung jawabnya, si bungsu yang nakal, yang suka bikin masalah, n bikin keluarga kalang kabut, itulah aku. hiks...pinginnya sih jadi orang baik tp kok yang masih suka bikin masalah yo ?

Mas Y0, manis, lembut, sayang banget ama keluarga. Pada mas Yo aku bisa mengeluh, pada mas Yo aku suka nangis. Mungkin aku bukan orang yang terbuka banget sama semua masalah pribadi yang aku hadapi, tapi saat aku bener2 butuh seseorang, pada mas Yo aku mengadu.

Mba Ita, mungil, cantik, manis...cuman sekarang agak endut dikit setelah ada dd syifa, tp tetep cantik kok. Agak cerewet, lumayan buat temen bertengkar kalo di rumah. Sebelum berkeluarga kami suka saling curhat, sekarang ga lageh :(, abis udah beda pemikiran sichhh

.:: Salam rinduku untuk kalian, do`a dari kalian yang selalu aku harap, agar aku punya kekuatan untuk menjalani semuanya, aku mencintai kalian... selamanya ::.

Selasa, 10 Agustus 2004

Puisi Indah dari Rendra

"HANYA TITIPAN"

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yg harus kulakukan untuk milikNya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita. Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku. Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
"Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan Nikmat dunia kerap menghampiriku".
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih. Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku.

Gusti....padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

Rabu, 21 Juli 2004

Mungkinkan bintang ini akan tetap menari, meski dalam kepedihan? akankah tetap bersinar saat hati penuh luka? apakah memang penantian ini belum berakhir?
lelah....
sakit....
dan engkau tak pernah memahami itu, ataukan memang kesendirian adalah yang terbaik untukku? kehadiranmu seakan ada dan tiada.
"sebenarnya aku atau engkau yang tak mampu memahami ??"

Senin, 28 Juni 2004

sepi banget...,ada apa sebenarnya dengan diri ini?? haruskah aku menyerah?? aku capekk..aku letih...seperti inikah rasanya mencinta? sudahlah...tak kan kubiarkan diri ini letih, aku percaya padanya, dan kalaupun dia tidak mampu menjaga kepercayaan yang kuberi, mungkin dia memang bukan untukku. Aku ingin menjalani semua seperti air mengalir....

Minggu, 27 Juni 2004

Dapet kabar gembira lageh, tulisanku dimuat suatu majalah, lumayan nih dapet tambahan uang saku, jadi pingin cepet pulanggggg. Kangen iks... dah sebulan penuh ga pulang, betapa damainya saat bisa berkumpul bareng, tapi kenapa aku masih tetep disini yach ?? :((

Sabtu, 26 Juni 2004

God Bless - Rumah Kita 

hanya bilik bambu,tempat tinggal kita
tanpa hiasan,tanpa lukisan
beratap jerami,beralaskan tanah
namun semua ini punya kita
memang semua ini milik kita sendiri...
hanya alang-alang,pagar rumah kita
tanpa anyelir,tanpa melati
hanya bunga bakung,tumbuh di halaman
namun semua ini punya kita
memang semua ini milik kita
haruskah ... kita beranjak ke kota
yang penuh dengan tanya ...
lebih baik disini,rumah kita sendiri
segala nikmat dan anugerah yang kuasa
semuanya ... ada disini
rumah kita ...

"Untuk engkau yang aku cinta, aku ingin terus bersamamu, mewujudkan satu impian kita, membangun sebuah keluarga yang penuh cinta. Rumah yang didalamnya ada kasih sayang, kedamaian dan ada canda. Sebuah syurga kecil yang kita bangun bersama-sama, bersama melewati semua rintangan, saling memahami, saling pengertian. Semoga ini bukanlah hanya mimpi"

Kamis, 24 Juni 2004

Seneng banget euyy...hari ini dapet surat dari temenku di japan, dapet postcard gambar bunga sakura cuakepp poll, dan beberapa foto. Agus tuh anak cowok tapi tulisannyah rapi banget iks, jadi binun ngebalesnya, soalnya tyas kalo harus nulis manual, tulisannya kayak dokter. Gimana yach ??

Senin, 07 Juni 2004

Untuk Kekasih

Kasih....
Saat malam mulai datang, terasa mata enggan terpejam
Bayang diri dan wajahmu terus menggoda,
mengusik hatiku,melambungkan angan dan khayalku
Kekasih....
andai esok masih ku jumpa dengan embun pagi dan hangat mentari,
Ijinkan kutapaki hari bersamamu selamanya.
Kasih....
Di saat embun pagi tak lagi menyejukkan hatimu, dan mentari enggan berbagi sinarnya untukmu, tak perlu kau cemas dan kecewa
Padaku kau bisa berbagi, tentang resah dan galaunya hati
Agar hilang selaksa duka dan serangkum lara, karena kuingin senyum bahagia terukir indah di bibirmu senantiasa.
Kasih....
Pada pilar kelembutanmu, kusandarkan cinta dan kasihku
Engkau bagaikan mutiara dalam jiwaku, engkau lentera hatiku
Yang selalu menerangi langkahku
Kasih....
Kesetiaanmu memberiku asa, ketulusanmu menghapus lukaku
Engkau adalah api semangatku, Engkau adalah nafas hidupku.
Kasih....
Sejuta kata tak mungkin mampu untuk melukiskan rasa yang telah ada
Dan hanya terpendam di lubuk jiwaku,
gundah dan rindu kian menindas dan menyiksa, ingin kulepas belenggu itu
Kuingin engkau tau....bahwa aku mencintaimu.....